Pefreksionis Santai-is, sebuah alternatif pemikiran

Judul keren tapi paok.. Atau judul paok tapi keren? Hahaha.πŸ˜†

Jadi saya bikin posting untu para perfeksionis diluar sana!! Halo para perfeksionis. Selamat datang saya ucapkan kepada orang – orang yang selalu berusaha untuk mencapai kesempurnaan.

Saya tahu, bahwa saya suka tahu.

Jadi saya mau ucapkan selamat kepada anda yang bersifat perfeksionis, karena tidak semua orang bisa menjadi perfeksionis! Banyak manusia – manusia yang gampang puas terhadap apa yang dicapainya (dan salah satunya adalah saya) sehingga saya sangat mengerti bahwa menjadi perfeksionis adalah suatu keunikan yang luar biasa! Selamat!

Dengan menjadi perfeksionis, kita akan selalu mencoba untuk mencapai kesempurnaan. Mencapai inovasi yang bisa kita capai. Mendorong kemampuan pikiran kita untuk menciptakan sesuatu yang terbaik. Istilah jawanya, Push ourself to the limit! Hore! Hebat!

Tapi terkadang, kita nggak mencapai target yang kita inginkan. Kita nggak mencapai ekspektasi dari diri kita sendiri. Kita nggak selalu bisa berhasil 100% dalam membuat acara konser musik. Kita nggak selalu bisa mendapat nilai A++ dalam setiap pelajaran. Kita nggak akan selalu.. ya intinya itu lah, gak selalu mendapatkan yang kita inginkan. Rite??πŸ˜†

Oleh karena itu, ketika seorang perfeksionis tidak mencapai apa yang diharapkannnya, ya jadi stress dong? Bisa saja. Bisa juga mengarah ke depresi. Kalau depresi kita menjadi sebuah gangguan bisa bahaya, paling parah kita pengen bunuh diri. Jadi, apa yang harus perfeksionis lakukan? Tentu saja, menurut kamus kuno yang berasal dari timur tengah, kita harus MENGGANTI KEPALA!!😈

Oh, tidak. bukan berarti anda memenggal kepala orang, memenggal kepala diri anda sendiri, dan menggantinya dengan kepala orang yang anda penggal.πŸ˜†

Mengganti kepala artinya mengubah paradigma. Sesungguhnya, wahai orang – orang perfeksionis, keperfeksionisan kalian adalah sebuah hasil dari pembelajaran. Faktor pendidikan, lingkungan, dan orang – orang yang sering berinteraksi dengan anda membuat diri anda menjadi perfeksionis. Bayangkan, jika kalian bergaul di lingkungan yang perfeksionis, tentu saja kalian lama – kelamaan menjadi perfeksionis, kan? Apalagi ketika anda menjadi perfeksionis, anda didukung oleh orang – orang sekitar anda. Wah, makin menjadi perfeksionisnya!

Jadi disini, saya menawarkan sebuah cara pandang baru terhadap keperfeksionisan anda.

Ehem. Bagaimana jika anda adalah seorang perfeksionis yang bisa mensyukuri hasil yang anda dapat dari keperfeksionisan anda?

Bagaimana jika anda adalah seorang perfeksionis yang mengizinkan diri anda untuk melihat sisi positif dari kegiatan dan hasil yang anda lakukan?

Bagaimana jika anda adalah seorang perfeksionis yang mensyukuri hasil akhir yang sudah anda capai?

Bisa juga kan? Oleh karena itu, pemikiran ini saya sebut Perfeksionis Santai-is. Perfeksionis dan santai. Banyak plus – plusnya lagi. Bila anda mengikuti paradigma Perfeksionis Santai-is niscaya anda menjadi lebih ganteng, menikmati hidup dan fleksibel. Hore!

Buku – buku yang saya sarankan baca untuk orang – orang yang berminat mengubah hidupnya menjadi lebih santai (tapi tetap super produktif dan perfeksionis) :

Sekian dehπŸ˜›

Posted on May 17, 2011, in Pendapat Gue. Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. nice posting bro… sory baru sempet baca….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: