[Part3]Kisahku Bersama S–i

Haloo kembali lagi bersama orang paling ganteng sedunia.. Yang sedang galau mode on😥

Becanda deng😆 dan tolong ya jangan hubungkan psikoanalisa apalagi yang berhubungan dengan teori abang Freud yang mengatakan bahwa slip of the tongue adalah blablablabla.. Yeah right, whatever.😈 (bahasa gaulnya, what to the ev to the ve to the err. Tunggu dulu, bener nggak sih? Of course you have to emphasize to the ‘err’ part :lol:) Terima kasih telah membaca paragraf  ‘basa – basi’

Oke kembali ke laaap…tooooppp (padahal udah didepan laptop dari tadi)

Jadi, ini adalah lanjutan dari Part 2, kisah bersama Suti.

Darimana ya gue terakhir cerita? Oh iya, terakhir kali cerita Gue menjadi posesif gara – gara hal yang sepele (pada akhirnya memori tentang kejadian tersebut akan selalu tersimpan di cerebral cortex gue). Dan sampe – sampe waktu itu dia minta putus. Waduhh bagaimana ini saudara – saudara.. Memang sih, sejak saat kejadian ‘itu’ berasa hubungan udah mulai renggang. Gue sih nggak merasa ada problemo tapi ternyata dia ada.

So, kurang lebih beginilah percakapan kita sebelum break up.

Gue : Jadi, kenapa sih kamu mau putus.. Suti Sunarti Ngatini Jukiyem?? (<- nama dilebaykan biar yang bersangkutan terhibur)

Suti : Yah, aku ngerasa nggak cocok..

Gue : Ngga cocok gimana?

Suti : Yaa.. nggak cocok, rasanya kita nggak nyambung..

dan.. Beberapa argumen pun terjadi. Ada beberapa alasan sih sebenarnya seperti nggak cocok, udah nggak ada rasa, dan sejenisnya.. tapi terakhir gue mengeluarkan statement super keren (dan super salah) yaitu sebagai berikut..

Gue : jadi gimana nih, kita putus aja?(<- planting ideas, inception mode on)

Suti : Loh putus? umm akang gimana? (ragu2)

Gue : Gini lah sut, gue mah nggak usah maksain deh.. klo udah nggak cocok mendingan putus aja.. Nanti daripada kedepannya gak enak kan gak asik tuh.. Tapi statement dari kamu ya sut.. (<-not responsible for his ideas, at least the job is done😈 :twisted:)

-a little bit confusion from suti, skip skip skip-

Suti : Jadi.. kita putus…. nih?

Gue : Okeh, kita putus, done. Mulai skarang kita berkawan baik saja lha ya (<-stay cool but destroyed on the inside, tralalala)

Suti : Umm.. okey (<- deep sexy voice) (<-here’s the reference) (<-please, look at the reference or else you’ll misunderstand what is ‘deep sexy’ voice) (<- i believe you haven’t click it, so click it now) (<-good)

click, phone closed.

Setelah putus, malah makin galau. Kepikiran tiap malam, terus ya… Menggalau, sama seperti anak – anak labil kebanyakan (bila kamu anak labil, cheers! kita pernah berada di kondisi yang sama!)

dan.. yeah, seperti biasa.. mulai ngintip akun – akunnya, mencari tahu lagi deket sama cowo siapa.. Dan menyalurkan rasa sinisme yang gak jelas terhadap cowo tersebut. how kiddies. Padahal gue masih pacaran, kencing aja belom bener hahaha😆

And yeah, entah kenapa sinisme itu juga mengarah ke si suti😆 maybe it’s because i’m not really honest to myself, eh?

Gue mencoba untuk memperbaiki hubungan tapi sepertinya nggak terlalu berhasil.. Malah udah nembak lagi beberapa kali juga nggak berhasil sampai akhirnya doi ke luar negeri.. Oh well..

Tapi memang, sejak putus tentunya gue mengalamin masa galau yang panjang.. Maen ps gak selera.. Liat cewe lain gak selera.. Untungnya liat cowo TETAP tidak selera.. hahaha😆 pokoknya galau deh!

Sampai pada penerbangan doi ke luar negeri pun masih belom bisa juga untuk mengajaknya kembali menjalin hubungan cinta <- halah. Jadi yaa memang kayaknya untuk saat ini kita laid back saja lah ya..

Bertahun – tahun kemudian, akhirnya sadar juga sih buat apa diratapi terus.. Ya gak? Past is past, rite? Untuk butuh kesadaran kayak gini, butuh waktu bertahun – tahun juga cuuy (lebay.)😆

Keadaan sekarang? kita udah kawan – kawan aja tuh, kalaupun ngobrolin tentang masa lalu paling ketawa – ketiwi aja😆

Fuhh capek juga ya nulis kisah bersama suti secara detail (ngga juga sih) dan berdasarkan kronologis. Well, sebenernya apapun yang udah terjadi gw rasanya gk menyesalinya lagi.. Bahkan, bukankah ini suatu pengalaman yang luar biasa? Coba bayangkan klo sampe sekarang masih berlanjut pacarannya, hmm mungkin bukan begini ceritanya.

There is no good or bad ending, because good or bad based on how we perceive.. Right? Although in the end i’m breaking up with her, i think that’s a good ending.. Besides, i can always make ‘season 2’ hahaha😆 <- korban sinetron🙄

That’s my closing statement from the stories of S..i, i hope you can find someting from my experience. Feel free to fill in the comment to share with others.😀

p.s. you should see how I emphasize season 2. No, please don’t make your own perception. I’m just saying🙄

Posted on May 9, 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. si suti dulu heran banget kenapa setelah putus si bangput kayaknya gampang banget emosi dan sinis sama dia. apalagi kejadian di burger king PIM. inget ga bangput? haha tapi si suti sangat bangga dengan keikhlasan bangput.

  2. itulah kenapa si bangput memuat tulisan tentang suti, mungkin karena jaman dulu bangput masih terlalu congkak untuk mengakui bahwa bangput masih cinta sama suti, bangput jadi emosian dan sinis sama suti. hahaha kok kita membicarakan diri sendiri dengan kata ganti orang ketiga ya??😆

    haha kata bangput, bangput malu😳😳

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: